Breaking News

Kumpulan Aplikasi ETF Bitcoin Spot dan Prospeknya di Masa Depan

 

InternasionalBerita ETF Bitcoin merupakan instrumen investasi yang diperdagangkan di bursa, dirancang untuk melacak pergerakan harga Bitcoin secara langsung. 

Terdapat dua jenis ETF Bitcoin, yakni ETF Bitcoin spot dan ETF Bitcoin berjangka. ETF Bitcoin spot berfokus pada kepemilikan fisik Bitcoin, sementara ETF Bitcoin berjangka menginvestasikan dana pada kontrak berjangka Bitcoin.

Pada tanggal 12 Januari 2024, ProShares Bitcoin Strategy ETF (BITO), yang merupakan ETF Bitcoin spot pertama di dunia, resmi diluncurkan di Bursa Efek New York (NYSE). 

Respons pasar terhadap peluncuran ini sangat positif, dengan dana kelolaan BITO mencapai lebih dari $1 miliar dalam waktu kurang dari 24 jam setelah peluncurannya.

Bagaimana Cara Kerja ETF Bitcoin?

Mekanisme kerja ETF Bitcoin spot melibatkan manajer investasi ETF yang membeli Bitcoin secara fisik. 

Setelahnya, manajer investasi mengeluarkan saham ETF sejumlah Bitcoin yang telah dibeli. Investor dapat membeli atau menjual saham ETF ini di bursa, dan nilai saham ETF akan mencerminkan pergerakan harga Bitcoin. Ketika harga Bitcoin naik, nilai saham ETF juga akan naik, dan sebaliknya.

Apa Kelebihannya?

ETF Bitcoin punya beberapa keunggulan dibandingkan dengan investasi langsung pada Bitcoin. 

Pertama, ETF Bitcoin lebih mudah dan praktis karena investor tidak perlu khawatir tentang penyimpanan dan keamanan Bitcoin.

Kedua, biaya transaksi lebih rendah, karena investor tidak perlu membayar biaya tinggi untuk membeli atau menjual Bitcoin. 

Ketiga, transparansi lebih tinggi, karena kinerja ETF Bitcoin dapat dilihat secara real time di bursa.

Terus Apa Kelemahannya?

Meskipun demikian, ada beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan oleh investor. 

Pertama, investor tidak memiliki kepemilikan penuh atas Bitcoin, karena hanya memiliki saham ETF. 

Kedua, masih ada biaya administrasi ETF yang harus dibayarkan oleh investor. 

Ketiga, risiko kerugian tetap ada, terutama jika harga Bitcoin mengalami penurunan.

Secara keseluruhan, ETF Bitcoin memberikan alternatif investasi yang memudahkan akses investor terhadap dunia Bitcoin secara lebih efisien, praktis, dan ekonomis. 

Namun, seperti pada setiap bentuk investasi, pemahaman terhadap risiko perlu menjadi bagian integral dari keputusan investasi.

Baca Juga: Apa Itu Crypto Index dan Mengapa Sangat Penting dalam Trading?

Daftar Aplikasi ETF Bitcoin Spot

Grayscale Investments, pengelola lebih dari 600.000 BTC dalam trust GBTC Bitcoin, mengajukan konversi trust menjadi ETF spot pada Oktober 2021. Pada Juni 2022, SEC menolak konversi tersebut, tetapi pada Agustus 2023, pengajuan ini diterima dan ditinjau ulang. Pada November, mereka mengajukan pembaruan dengan perubahan ticker GBTC menjadi BTC.

Ark Invest dan 21Shares juga aktif dalam perlombaan ETF Bitcoin sejak tahun 2021. Meski proposal awal mereka ditolak pada Maret 2022, pengajuan ulang pada April 2023 menempatkan mereka di depan pesaing. Keputusan SEC diharapkan pada 10 Januari 2024.

BlackRock, dengan dana senilai US$9 triliun, mengajukan iShares Bitcoin Trust pada Juni 2023. Pengajuan ini berdampak positif pada harga Bitcoin. SEC menerima aplikasi pada Juli 2023, dengan deadline keputusan pada 15 Januari 2024.

Bitwise, setelah penolakan pada Juni 2022, mengajukan amandemen pada September dan November 2023. Deadline keputusan mereka adalah 14 Januari 2024.

VanEck, pemohon ETF Bitcoin awal, mengalami penolakan pada tahun 2021. Pengajuan ketiga mereka pada Juni 2023 ditunda oleh SEC hingga 15 Januari 2024.

WisdomTree, dengan aset senilai US$98 miliar, mengajukan permohonan baru pada pertengahan 2023 setelah penolakan pada Oktober 2023. Batas persetujuan atau penolakan adalah 15 Januari 2024.

Invesco Galaxy Digital bersama-sama mengajukan ETF Bitcoin pada September 2021. Keputusan SEC dijadwalkan pada 15 Januari 2024.

Fidelity, setelah penolakan pada Januari 2022, mengajukan kembali permohonan pada Juni 2023. Batas persetujuan atau penolakan adalah 15 Januari 2024.

Global X, dengan aset senilai US$31 miliar, mengajukan permohonan pada Juli 2021. Proposal mereka pada Agustus 2023 mengalami penundaan, dengan deadline pada 19 April 2024.

HashDex mengajukan untuk mengubah ETF Bitcoin berjangka menjadi ETF spot pada Agustus 2023, dengan keputusan dijadwalkan pada Januari 2024.

Franklin Templeton, dengan aset senilai US$1,4 triliun, mengajukan ETF Bitcoin spot pada September 2023. Keputusan diharapkan pada 31 Maret 2024.

Pando Asset Management dari Swiss mengajukan proposal ETF Bitcoin spot pada November 2023. Keputusan mereka masih belum pasti, tetapi mereka bergabung dalam persaingan untuk mendapatkan persetujuan SEC.

© Copyright 2022 - INTERNASIONAL BERITA - BERITA MASA TERKINI